Fakultas Sains dan Matematika Undip “Panen” Guru Besar

  • Bagikan
Kampus FSM Undip. Foto: dok undip.ac.id

TERASJATENG.ID — Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) mendapat tambahan guru besar dalam jumlah yang cukup signifikan dari pengukuhan 21 profesor periode Mei-Juni 2021. FSM Undip bisa dikatakan mengalami panen guru besar, karena 9 dari 21 profesor tersebut adalah dosen di FSM.

“Alhamdulillah kami sangat bangga dan berbahagia. Semoga para dosen yang mendapat amanah sebagai guru besar bisa berkontribusi lebih optimal untuk kamajuan Undip dengan ide-ide yang lreatif dan inovatif sehingga jalan menuju 500 Word Class University makin mantap,” kata Dekan FSM Undip, Prof Dr Widowati SSi MSi, Rabu (26/5/2021).

Menurutnya, saat ini FSM Undip memiliki 178 dosen. Ditambah dengan 9 profesor yang dikukuhkan pada periode ini, jumlah guru besar atau profesor di FSM menjadi 16 orang.

“Sekarang yang masih pengusulan ada empat orang calon guru besar. Kalau itu disetujui, target 10% dosen bergelar profesor sudah bisa kami capai,” dia menambahkan.

Widowati berharap proses pengusulan 4 guru besar baru bisa segera diselesaikan mengingat persyaratan administrasi, persyaratan akademik dan teknis sudah bisa dipenuhi.

“Kami juga terus mendorong dan mengakselerasi teman-teman dosen untuk mencapai guru besar melalui Program OPOC (One Professor One Candidate) yang dicanangkan Rektor Undip. Kami mewajibkan satu guru besar membimbing satu orang calon guru besar, sehingga bisa mempercepat pencapaiannya,” ujarnya.

Diakui, untuk mendapatkan gelar akademik tertinggi, profesor, memang tidak mudah. Syarat minimal harus sudah bergelar doktor setidaknya 3 tahun sbagai prasyarat yang mendasar. Setelah itu ada penilaian atas karyanya di jurnal internasional bereputasi, serta syarat-syarat lain. Bisa jadi seseorang secara teknis dan administratif sudah memenuhi, namun untuk mencatat dan melengkapinya diperlukan dorongan dan motivasi.

Pada periode Mei-Juni ini ada sembilan guru besar baru di lingkungan FSM. Mereka adalah Prof. Dr. Dra. Meiny Suzery, M.S; Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si. M.T,; Prof. Dr. Dra. Endah Dwi Hastuti, M.Si.; Prof. Dr. Dra. Dwi Hudiyanti, M.Sc,; Prof. Dr. Dra. Sunarsih, M.Si,; Prof. Dr. Muhammad Cholid Djunaidi,S.Si., M.Si,; Prof. Dr. Agus Subagio,S.Si.,M.Si,; Prof. Dr.Suryono, S.Si.,M.Si,; dan Prof. Drs. Sapto Purnomo Putro, M.Si., Ph.D.

Widowati menegaskan, keberhasilan para dosen di FSM tak terlepas dari dukungan universitas. Diantaranya support dana studi lanjut, dukungan untuk pelaksanaan penelitian atau riset, penguatan seminar nasional dan internasional, pemberian in sentif untuk penulisan jurnal nasional dan internasional bereputasi, dan perhatian lain dari para pimpinan universitas yang ikut memantau progress dari setiap usulan secara intensif.

“Kami sangat berterimakasih kepada universitas, bapak Rektor dan semuanya atas dukungan yang diberikan. Guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi di lingkungan universitas. Di satu sisi, jabatan guru besar atau profesor sangat dibutuhkan dalam dekanat dan universitas karena dapat berkontribusi mengembangkan fakultas dan universitas sehingga bisa berkontribusi dalam kancah nasional dan internasional. Undip sekarang ini berada dalam fase penguatan riset, sehingga dosen peneliti didorong untuk terus berinovasi dengan mengembangkan riset sesuai kepakarannya,” kata dia.

FSM bermula dari Program Studi Matematika yang didirikan tahun 1969 untuk program sarjana muda, dan masuk dalam Fakultas Teknik. Baru tahun 1979 program sarjana dibuka. Kemudian di tahun 1988 berdiri Badan Pengelola Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BMIPA) yang mengelola Program Studi Biologi, Program Studi Kimia, Program Studi Fisika, dan Program Studi Matematika. Sejak Oktober 1993, BMIPA bertansformasi menjadi FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Nama Fakultas Sains dan Matematika (FSM) di Undip baru dipakai sejak tahun 2012.

  • Bagikan