Pemuda Khonghucu Jateng Belajar dari yang Kuno, Memahami yang Kekinian

  • Bagikan
Kegiatqn Sembahyang Duang Pemuda Khonghucu Indonesia Jateng di Citra Elo, Magelang (14/06/2021)
Kegiatqn Sembahyang Duang Pemuda Khonghucu Indonesia Jateng di Citra Elo, Magelang (14/06/2021)

TERASLAMPUNG.COM — Magelang – Pemuda Khonghucu Indonesia (Pakin) Jawa Tengah menggelar sembahyang Duan Yang, Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua Harian Matakin Pusat Ws Budi Suniarto dilaksanakan di Citra Elo, Magelang, Senin (14/042021).

Kegiatan yang digagas Agung dan Aristya Angga sembahyang kepada Duan Yang yang mengusung tema  ” Belajar dari yang Kuno, Memahami yang Kekinian ” ini maknanya ingat dan waspada.

Hal itu terungkap juga dari pesan Ws Budi Suniarto, yang mengatakan, di masa pandemi ini sebagai sisi spiritual, sesuai dengan makna sembahyang Duan Yang, “Eling dan Waspada terhadap yang terjadi, bersamaan dengan keteladanan Quyuan untuk mencintai Negara dengan berbuat kebenaran. Dan sebagai pemuda harus mempelajari yang lama untuk dimaknai yang kekinian,” ujar Ws Budi Suniarto mengingatkan.

Sementara Ws Andi Gunawan, ketika dikonfirmasi membabarkan, , pada jaman dahulu ada seorang politikus kerjaaan Chu, yang menjadikan diri sebagai tugu peringatan atas keputusan raja yang ingkar dari jalan suci dengan menceburkan diri di sungai Mi Luo tepat tanggal 5 bulan 5 . Untuk menjaga agar tubuh QuYuan tidak dimakan ikan, dilempari makanan dari beras ketan dibungkus daun bambu yang dikenal dengan Bakcang

“Banyaknya nelayan yg waktu itu mencari jasad Quyuan menjadi tradisi lomba perahu naga. Kini kami mengambil moment itu. Setelah sembahyang besar kehadapan Tian, kami juga mendirikan telur karena saat jam wushi 11-13 gaya tarik matahari kuat hingga telur bisa berdiri,” terang Ws Andi.

Kemudian di lanjutkan tradisi perahu naga, imbuh Andi, tetapi dengan perahu karet dengan rafting di sungai Elo Magelang. Hal ini untuk merawat dan menghargai keteladan Quyuan dengan rasa cinta tanah airnya. “Dengan mendayung perahu karet kemudian melewati dan merasakan jeram – jeram dengan makna yang tersirat belajar untuk pembinaan diri belajar teguh memegang kebenaran,” jelas Ws Andi.

Andi Gunawan yang juga Wakil Ketua Matakin Jateng berharap tahun depan kegiatan ini bisa diikuti dengan banyak peserta dari luar Jateng. Tetapi kali ini, pesertanya terbatas, karena masih pandemi, meski acara berlangsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Kami bersyukur acara dapat berlangsung dengan lancar dan sukses,” pungkas Andi Gunawan mengunci perbincangan.

Christian Heru

  • Bagikan