Soal Hadapi Covid-19, Mba Ita: Pupuran Sak Durungi Benjut

TERASJATENG.ID – Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Jateng menggelar vaksinasi untuk lansia dan pelayan publik keagamaan budha. Kegiatan yang melibatkan stake holder terkait ini dilaksanakan di Vihara Sasana Shanti, Jalan Peterongan Kobong 24, Semarang, Kamis (3/06/2021).

Ketua Permabudhi Jateng Siauw Oeiyanto Kinjaya, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara perayaan hari raya Waisak 2565 BE/2021. Sebelumnya, Permabudhi bersama organisasi budha tzuzi, perhimpunan INTI dan lainnya ikut terlibat dalam mendonasikan bagi sembako dan masker di Jawa Tengah bersama TNI/POLRI dan pemerintah daerah. “Kegiatan lainnya Permabudhi juga akan berziarah ke Taman Makam Pahlawan,” ujar Romo Kinjaya sapaan akrab Ketua Permabudhi Jateng ini.

Lebih lanjut dibabarkannya, vaksinasi diperuntukkan 185 orang lansia dan pelayan publikkeagamaan budha ditambah 20 orang lansia warga sekitar vihara Sasana Shanti Peterongan. “Jadi vaksin selain diperuntukkan untuk pelayan agama budha yang sering bersentuhan langsung dengan umat. Di samping itu, kami juga memberikan kesempatan untuk lansia sekitar vihara sesuai dengan kuota yang ada. Ini bentuk empati dan perhatian kami kepada warga.Kami ingin semua mahluk berbahagia seperti dhamma Sang Budha,” ujar Kinjaya.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam kesempatan itu menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Permabudhi Jawa Tengah yang ikut membantu pemerintah kota Semarang untuk memvaksin warga lansia yang merupakan kelompok yang paling beresiko selama Covid 19 ini.

Sekait dengan naiknya kasus yang terkonfirmasi beberapa hari terakhir ini, Wawa Kota Semarang mengingatkan kelompok lansia merupakan kelompok yang paling beresiko selam Covid -19. “Saat ini sudah 480 ribu dari 1,7 juta warga yang sudah divaksin. Masih terus dalam proses Lansia, disabilitas dan pekerja pariwisata,” terangnya.

Mengacu pada analisis WHO,lanjut Mbak Ita panggilan akrab Wawa Semarang terdapat korelasi antara faktor umur dengan tingkat penularan dan resiko kematian , di mana pasien lanjut usia di atas 60 tahun menunjukkan angka yang cukup tinggi.”Terlebih lagi pada pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi dan kardiovaskular,” ujar Mbak Ita mengingatkan.

Padahal, bebernya lebih lanjut, jumlah lansia di Indonesia per 2020 sebanyak 11 persen dari total jumlah penduduk. “Di Kota Semarang jumlah lansia 175.225 Jiwa dari jumlah total penduduk 1.653.035 jiwa. Maka yang diperlukan menjaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan. Karena selama belum ada vaksin maka paling penting orang berhati-hati,” imbuh Ita.

Menurut Mbak Ita mengutip ujaran dokter specialis geriatri (penyakit orang tua) rumusnya tidak lah rumit, cukup bahagia. Apa itu?

Bahagia merupakan singkatan dari; Biasakan cuci tangan dan pakai masker. Atur makanan seimbang, Asah hobi dan kesukaan, Gerakkan badan olahraga, Iman dan takwa ditingkatkan, Awasi kesehatan secara pereodik.

“Pokokmen pupuran sak durunge benjut. Berhati -hati sebelum mendapatkan masalah. Meski sudah sepuh, tapi jika rumus “Bahagia” diterapkan maka Insya Allah Allah kita semua dihindarkan dari Covid – 19, ” tandas mbak Ita mengingatkan.

Sebelumnyaq. Camat Semarang Selatan, Kota Semarang, EkoYuniarto, menyampaiakan rasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Permabudhi yang melakukan kegiatan diwilayahnya dn juga memberikan untuk warga lansia sekitar vihara ikut divaksinasi. “Dalam pelaksanaan ini kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Yang teratur, tertib dan jangan berkerumun,” ujarnya mengingatkan.

Kepala UPTD Puskesmas Lamper Tengah dr. Aprilia Mahatmanti mewakili Kadis kesehatan, berharap nantinya para lansia atau siapa pun yang sudah divaksin harus tetap mengikuti prokes 5 M dalam keseharian. “Vaksin akan meningkatkan daya imun tubuh kita. Tetapi walaupun sudah divaksin harus tetap waspada dan patuhi prokes dan jangan berkerumum. Apalagi untuk bapak ibu lansia karena berisiko,” ujarnya mengingatkan.

Pelaksanaan vaksinasi berjalan tertib dan lancar sesuai protokol kesehatan dan melibatkan forkompida setempat. (Christian Heru)